Laporan Kewirausahaan                                                                      Medan,            Juni 2020

 

 

USAHA TAHU MANDIRI

(Galang, Deli Serdang)

 

Dosen Penanggungjawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

 

Oleh:

Romaoca Andysa Anas

191201148

HUT 2B

 

 

 

 

 


 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020




KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan Kewirausahaan yang berjudul “Usaha Tahu Mandiri”. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Kewirausahaan,Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

        Dalam penyelesaian laporan ini, penulis mengucapkan  terimakasih kepada dosen penanggungjawab mata kuliah Kewirausahaan, bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si yang telah mengajarkan materi kuliah, begitu juga dengan Bapak H Daulat Tanjung selaku pemilik usaha yang telah memberikan informasi usaha dan telah  membantu serta membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas kuliah Kewirausahaan.

        Penulis sadar bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, baik segi penyusunan, bahasa, maupun penulisannya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca guna menjadi acuan agar penulis bisa menjadi lebih baik lagi untuk selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan Kewirausahaan  ini bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan.  Terima kasih.

 

 

                                                                                         Medan, Juni 2020

 

 

 

                                                                                               Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

                                                                         Halaman

KATA PENGANTAR....................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................... ii

BAB I PROFIL USAHA

1.1  Latar Belakang ...................................................................................... 1

1.2  Profil Usaha........................................................................................... 2

BAB II PRESTASI/KESUKSESAN

          2.1Prestasi/Kesuksesan................................................................................ 4

          2.2Kiat-kiat Sukses...................................................................................... 4

BAB III PENDEKATAN KREATIF

          3.1 Pendekatan Kreatif................................................................................ 5

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

          Kesimpulan.................................................................................................. 6

          Saran............................................................................................................ 6

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 





BAB I

PROFIL USAHA

 1.1 Latar Belakang

Wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperolehkeuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat, dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen (Sugiyono, 2009).

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti :pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah beranidan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuatsesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuatsesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut KamusBesar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atauberbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalanoperasinya serta memasarkannya (Bayu, 2012).

Secara umum posisi wirausahawan adalah menempatkan dirinya terhadap risiko atas guncanganguncangan dari perusahaan yang dibangunnya (venture). Wirausahawan memiliki risiko atas finansialnya sendiri atau finansial orang lain yang dipercayakan kepadanya dalam memulai suatu. Ia juga berisiko atas keteledoran dan kegagalan usahanya. Sebaliknya manajer lebih termotivasi oleh tujuan yang dibebankan dan kompensasi (gaji dan benefit lainnya) yang akan diterimanya. Seorang manajer tidak toleran terhadap sesuatu yang tidak pasti dan membingungkan dan kurang berorientasi terhadap resiko dibandingkan dengan wirausahawan. Manajer lebih memilih gaji dan posisi yang relatif aman dalam bekerja (Yaghoobi, 2010).

Wirausahawan lebih memiliki keahlian intuisi dalam mempertimbangkan suatu kemungkinan atau kelayakan dan perasaan dalam mengajukan sesuatu kepada orang lain. Dilain pihak, manajer memiliki keahlian yang rational dan orientasi yag terperinci (rational and detailed-oriented skills). Wirausaha merupakan pengambilan resiko untuk menjalankan sendiri dengan memanfaatkan peluang-peluang untuk menciptakan usaha baru atau dengan pendekatan yang inovatif sehingga usaha yang dikelola berkembang menjadi besar dan mandiri tidak bergantung kepada pemerintah atau pihak-pihak lain dalam menghadapi segala tantangan persaingan. Inti dari kewirausahaan adalah pengambilan resiko, 3 menjalankan sendiri, memanfaatkan peluang-peluang, menciptakan baru, pendekatan yang inovatif, dan mandiri (Hadiyati, 2010).

 Manusia kreatif mempunyai ciri-ciri; Keterbukaan pada pengalaman, melihat sesuatu dengan cara yang tak biasa, keingintahuan, menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan, dapat menerima perbedaan, independen dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan, membutuhkan dan menerima otonomi, percaya pada diri sendiri, tidak hanya tunduk pada standar dan pengawasan kelompok, mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan (Shimp, 2010).

                                                                                       

1.2 Profil Usaha

Usaha tahu mandiri didirikan oleh Bapak Suprianto di kediamannya yang terletak di Dusun II Desa Kotangan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2007.Usaha tahu mandiri didirikan dengan motivasi Bapak Suprianto untuk membka lapagan pekerjaan. Pada awalnya kegiatan produksi dilakukasn sendiri oleh Bapak Suprianto dan istri, kapasitas produksi tahu putih berkisar 60kgkedelai/hari . Pada tahun 2014 Bapak Suprianto mengekspansi kegiatan usahanya dengan berpindah lokasi ke lokasi pabrik tahu yang menjadi tempat magang ini dilakukan. Lokasi luas pabrik yang baru memiliki luas lahan 200m2 , dan terjadi penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang dikarenakan ada penambahan tempat pengolahan tahu putih dan bertambahnya jenis tahu yang diproduksi. .

Pak Anto memulai usahanya ini seorang diri tanpa bantuan siapa pun, pak Anto dapat menjalani nya sampai 2012, tepat 5 tahun usahanya berdiri, pak Anto memutuskan untuk pindah dari rumahnya dan membuat pabrik baru di dusun 2 desa kotangan kecamatan galang. Dengan modal yang tak banyak pak Anto membuat pabrik barunya dan merekrut beberapa pekerja untuk membantunya, 13 tahun usahanya berjalan pak Anto telah memiliki 9 orang karyawan dan menjadi salah satu pemasok tahu di daearah Galang dan sampai sekarang pabrik tahu pak Anto masi aktif memproduksi dan dapat menghasilkan keuntungan hinggan 20 juta per bulannya dan kini tahu pak Anto tidak hanya di distribusikan ke daerah Galang saja namun sudah sampai keluar daerah seperti Tanjung Morawa.

Kegiatan Usaha Tahu Mandiri memiliki luas bangunan 6 x 18m untuk bangunan utam dan 4 x 5m untuk gudang kayu. Selain bangunan pada pabrik ini terdapat halaman yang cukup luas.Ruang produksi dibagi menjadi beberapa bagian yaitu, gudang kayu, tuang penggorengan yang didalamnya meliputi satu buah meja beton untuk meetakkan lima kompor gas yang terletak disisi utara, sebuah jendela untuk ventilasi disisi kiri kan tengah ruangan, gudang penyimpanan bahan baku, ruang istirahat, ruang mesin, kamar mandi,dan satu tempat pengolahan yang didalmnya meliputi empat buah tungku perebusan yang terletak di kedua sisi kanan kiri bangunan, empat buah tempat penyaringan dan penggumpalan yang terletak tidak jauh dari tungu perebusan, sebuah meja beton untuk meletakkan delapan buah cetakan tahu, dan satu buah alat penggiling yang langsung terhubung dengan ruangan mesin.

Usaha Tahu mandiri meiliki sua limbah produksi , yaitu limbah padat dan limbah cairakibat perebusan dan proses produksi tahu. Yang pertama limbah padat ampas tahu hasil produksi dimanfaatkan kembali oleh pemilik yaitu dengan menjuak kepada peternak disekitar lokasi usaha. Yang kedua limbah cair sisa proses produksi, limbah air ini dialirkan kesungai kecil terdekat melalui saluran pipa yang ditanam dan dihubunkan langsung kebadan sungai tanpa perlakuan khusu terlebih dahulu. (AMDAL).

BAB II

PRESTASI/KESUKSESAN          

2.1 Prestasi/Kesuksesan

Kesuksesan dalam berwirausaha juga diartikan sebgai prestasi, prestasi merupakan sebagai dorongan yang berhubungan dengan menguasai, mengatur lingkungan social atau fisik, mengatasi rintangandan memlihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melebihi prestasi yang lampau mempengaruhi orang lain. Sedangkan motivasi berprestasi itu sendiri merupakan motif yng mendorong individu dalam mencapai sukses dan brrtujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilan yaitu dengan membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain (Kasali, 2010)

Pada awalnya berdiri Bapak Suprianto hanya memproduksi 1 jenis tahu yaitu tahu putih dengan jumlah produksi awal 35 kotak tahu atau setara dengan 4,235 potong tahu/hari dengan omset Rp. 7.250.000/bulan atau Rp. 87.000.000/tahun.Setelahn 7tahun usaha berjalan Usaha Tahu Mandiri mulai memproduksi tahu putih 15kotak/haro dan tahu goreng dengan dua jenis ukuran, yaitu ukuran besar dan kecil dengan jumlah penjualan 800 potong/hari untuk ukuran besar dan 305 potong/hari untuk ukuran kecildengan omset Rp.481.950.000/tahun

 

2.2 Kiat-kiat Sukses

Pak anto memberikan kiat suksesnya yaitu Sebaiknya para pengusaha muda tidak cepat menyerah, karena kunci dari sebuah usaha yang maju ialah tekun dan pantang menyerah. Kebanyakan para pemula berhenti ditengah jalan karena berbagai macam masalah Mental dan semangat kewirausahaan harus ditumbuhkan sejak dini. Menjadi wirausaha adalah hak setiap individu tanpa terkecuali.Hal yang paling dibutuhkan dalam kewirausahaan adalah sikap dan mental wirausaha yang kokoh, penuh inovasi dan tidak takut gagal dalam menghadapi rintangan, sehingga keberlanjutan usaha akan tetap terjaga.

 

BAB III

PENDEKATAN KREATIF

3.1 Pendekatan Kreatif

            Dimasa pandemi Pabrik tahu pak anto memikirkan berbagai cara agar usahanya tetap berjalan dengan normal.Salah satu caranya yaitu dengan menurunkan harga dari produk tahu tersebut dan menjadi agen gas LPG agar menambah pemasukan yang diterima setiap bulannya . Pak anto juga memanfaatkan limbah yang dihasilkan oleh pabriknya yaitu limbah padat yang berbentuk ampas tahu dengan menjualnya kepada para peternak babi maupun kambing.

 


 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

Kesimpulan

 

1.      Kewirausahaan adalah suatu proses dalam melakukan atau menciptakan sesuatu yang baru dengan cara kreatif dan penuh inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah.

2.      Manusia kreatif mempunyai ciri-ciri; Keterbukaan pada pengalaman, melihat sesuatu dengan cara yang tak biasa, keingintahuan, menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan, dapat menerima perbedaan, independen dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan, membutuhkan dan menerima otonomi, percaya pada diri sendiri.

3.      Memulai suatu usaha harus didasari oleh niat yang kuat bukan sekedar hanya untuk senang senang karena jika tujuan utamanya bukan untuk menjadi seorang wirausahawan maka usaha tersebut akan kurang berkembang.

4.      Kiat sukses dari pak Anto yaitu ,emulai suatu usaha harus didasari oleh niat yang kuat bukan sekedar hanya untuk senang senang karena jika tujuan utamanya bukan untuk menjadi seorang wirausahawan maka usaha tersebut akan kurang berkembang

5.      Dimasa pandemi Pabrik tahu pak anto menjadi agen gas LPG dan  memanfaatkan limbah yang dihasilkan oleh pabriknya yaitu limbah padat yang berbentuk ampas tahu dengan menjualnya kepada para peternak babi maupun kambing.

 

 

Saran

            Sebaiknya para pengusaha muda tidak cepat menyerah, karena kunci dari sebuah usaha yang maju ialah tekun dan pantang menyerah. Kebanyakan para pemula berhenti ditengah jalan karena berbagai macam masalah Kita sebagai mahasiswa yang merupakan salah satu pilar utama, dan garda depan pembangunan bangsa seyogyanya berpartisipasi aktif dalam rangka meningkatkan keadaan ekonomi pribadi yang diharapkan akan mampu menjadi motivator bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi nasional secara umum. Diharapkan mahasiswa sebagai insan muda yang cerdas, kreatif dan inovatif, jangan hanya menjadi soerang pencari kerja, namun menjadi orang yang menciptakan pekerjaan, Mari Berwirausaha

 DAFTAR PUSTAKA

Hadiyati, Ernani. 2011. Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 13(1), 8-16

Kasali, Rhenald. 2010. Modul Kewirausahaan. PT. Mizan Publika

Shimp, Terence. 2010. Integrated Marketing Comunication in advertisting and Promotion. Cengage Learning.

Sugiyono. 2009. Metodologi penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatid, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryana, dan Bayu. 2012. Kewirausahaan: Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses Ed. 2. Kencana

Yaghoobi, Salarzehi, Aramesh & Akbari, 2010, “An Evaluation of Independent Entrepreneurship Obstacles in Industrial SMEs”, European Journal of Social Sciences, pp. 33-45.


 


Comments

Popular Posts